Cara Mencegah Terjadinya Persekusi

Hal penting yang perlu dilakukan agar tidak terjadi persekusi adalah menyembunyikan hal-hal yang sangat pribadi.
, Majalah Kartini | 13/06/2017 - 11:03

Cara Mencegah Terjadinya Persekusi

MajalahKartini.co.id – Perwakilan SAFEnet Damar Juniarto mengatakan, persekusi merupakan memburu orang atau golongan tertentu yang dilakukan suatu pihak dengan sewenang-wenang dan secara sistematis. Sehingga apa yang terjadi, menurutnya bukan main hakim sendiri, tetapi memiliki rangkaian dan tahapannya sangat sistematis.

Maka dari itu, melihat dari apa yang menjadi sorotan di mana diketahui pemicu bermula dari status media sosial. Maka, kata Damar, tahapannya dengan menentukan target operasi, lalu mengunggah postingan target yang menganggap melakukan penistaan terhadap agama islam dan ulama ke media sosial. Setelah itu, diserukanlah perburuan target diikuti aksi ke lapangan, yang selanjutnya target diminta untuk meminta maaf.

Baca juga: Persekusi pada Anak Menyisakan Trauma

Meski begitu, Damar tetap meminta para netizen untuk tidak takut untuk menyuarakan pendapat di media sosial, pasalnya ketakutan itulah yang mereka (pelaku persekusi) inginkan. Hanya saja, kata dia, hal yang perlu dilakukan agar tidak terjadi persekusi adalah menyembunyikan hal-hal yang sangat pribadi, seperti informasi sensitif yang menyangkut rumah atau kantor.

Lalu apakah ada hal lain cara agar terhindari dari persekusi? Berikut caranya:

1. Sebelum Anda menuliskan status yang berisi suatu pernyataan, atau berkomentar, berita atau apapun itu, Anda baiknya lebih dulu membayangkan jika pernyataan Anda dikatakan langsung dihadapan orangnya langsung. Apakah kamu berani atau malah ragu dan takut? jika merasakan hal tersebut, baiknya kami batalkan saja niat menuliskan pernyataan yang ingin dituliskan itu.

2. Selanjutnya, Anda juga mesti harus berpikir tentang hal apa yang akan terjadi ketika Anda ingin menuliskan pernyataan, komentar, atau mengunggah berita di media sosial kamu. Kamu mesti memikirkan, sesuatu yang ingin kamu sampaikan itu apakah bisa menjadi maanfaat untuk orang lain atau justru nihil guna sama sekali. Lebih parah lagi mengundang perpecahan.

3. Paling penting, pahami informasi yang kamu dapatkan atau yang ingin kamu sampaikan itu ke akun media sosial Anda atau sebuah komentar di akun orang lain. Kaji informasi itu dengan melihat berbagai perspektif dan sumber berita. Cek dengan teliti sumber yang Anda dapatkan. Jangan sampai hanya menyebar berita bohong atau hoax. (Foto: Freepeek.com)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: