BPOM Musnahkan Miliaran Rupiah Obat Tradsional Ilegal di Karawang

Sebanyak 245.570 kemasan produk jadi obat tradisional mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) berbahaya.
, Majalah Kartini | 28/11/2016 - 12:00

MajalahKartini.co.id – Perang terhadap obat tradisional (OT) ilegal dan mengandung bahan kimia obat (BKO) terus digencarkan Badan POM. Setelah sebelumnya (22/11) Badan POM mengeluarkan peringatan publik terkait 43 jenis OT mengandung BKO, Jumat (25/11) Kepala Badan POM, Penny K. Lukito memusnahkan 7,3 miliar rupiah OT ilegal dan mengandung BKO.

Produk yang dimusnahkan di Karawang ini merupakan hasil temuan Operasi Storm VII di sebuah pabrik di Parung pada 2 Februari 2016 lalu. Sebanyak 245.570 kemasan produk jadi OT mengandung BKO Fenilbutazon, Sildenafil Sitrat, Parasetamol; bahan baku; dan bahan kemas dengan jumlah total 32 truk dimusnahkan dengan cara digilas.

Saat ini kasus pelanggaran OT ilegal dan mengandung BKO telah memasuki proses Penyidikan Tahap I. Diduga melanggar UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 197 dan/atau 196, pelaku terkena ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp1.500.000.000 dan/atau pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp1.000.000.000 ,-.

Pemusnahan Obat dan Makanan ilegal merupakan bukti tanggung jawab Badan POM untuk memastikan tidak ada lagi produk ilegal yang beredar di pasaran. Hal ini dilakukan mengingat Obat dan Makanan ilegal sangat merugikan, tidak hanya berdampak buruk bagi kesehatan, namun juga membahayakan kestabilan perekonomian Negara karena dapat menurunkan kepercayaan masyarakat serta menurunkan daya saing produk dalam negeri.

Kerja sama dan sinergi dengan berbagai kepentingan juga terus digalakkan Badan POM untuk mengoptimalkan pengawasan Obat dan Makanan. Salah satu bentuk sinergisme kerja sama Badan POM adalah dengan jajaran Kepolisian untuk melakukan serangkaian operasi pemberantasan Obat dan Makanan ilegal di tingkat pusat dan wilayah, diantaranya Tangerang Banten, Gresik Jawa Timur, Dumai Riau, Depok Jawa Barat, dan Deli Serdang Sumatera Utara selama Juli-Oktober 2016. Melalui operasi tersebut berhasil ditemukan sebanyak 66 miliar rupiah Obat dan Makanan ilegal, antara lain produk tanpa izin edar, mengandung bahan berbahaya dan atau bahan dilarang, dan juga produk palsu. (Foto: ANT FOTO/Basri Marzuki)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: