Bicara Soal Campak dan Rubella, Ini Kata Jokowi

Pada Agustus-September ini, pemerintah akan melakukan Imunisasi MR kepada anak berusia 9 bulan sampai 15 tahun di Pulau Jawa untuk mencegah penularan penyakit measles (campak) dan rubella.
, Majalah Kartini | 03/08/2017 - 14:02

Bicara Soal Campak dan Rubella, Ini Kata Jokowi

MajalahKartini.co.id – Presiden Joko Widodo membuka kampanye nasional imunisasi MR Measles Rubella di Madrasah Tsanawiah Negeri 10 Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong sebagai tanda imunisasi tersebut dimulai. “Menjaga anak dan membuat anak-anak tetap sehat sudah menjadi tugas orang tua dan negara,” katanya, Selasa (1/8/2017).

Untuk itu, Presiden meminta peran semua pihak dalam mengemban tugas menjaga anak-anak. Menjaga dari beragam ancaman, termasuk penyakit dalam diri anak. “Anak perlu dididik, dijaga, diayomi, terutama dari berbagai penyakit berbahaya dan mematikan. Campak rubella terbukti sangat berbahaya kalau dibiarkan,” katanya.

Jokowi juga meminta agar seluruh anak-anak Indonesia menerima imunisasi MR ini hingga tahun 2020 nanti. Tujuannya, agar terbebas dari penyakit campak dan rubella. “Di Indonesia kurang 1% yang mendapatkan MR, hanya 0,05% saja. Idealnya 95 persen harusnya anak dapat MR. Bahkan, seharusnya 100%,” ulasnya.

Dalam kesempatan ini Presiden juga meminta masyarakat tidak meremehkan campak dan MR. Keduanya bisa berbahaya jika dibiarkan dalam jangka panjang. Tanpa imunisasi itu bayi bisa lahir dengan cacat bawaan. “Harus hati-hati, saya dukung penuh dilaksanakan kampanye imunisasi nasional agar bebas dari campak rubella,” katanya.

Menurutnya, imunisasi bukan barang baru di negeri ini. Imunisasi sudah dilakukan berkali-kali dan terbukti sangat baik untuk masyarakat. Jokowi memberi contoh imunisasi cacar, polio, hingga tetanus yang diberikan dan berhasil dengan baik. “Semua diberikan dengan hasil yang baik, sekarang pun dengan niat yang baik bisa dilaksanakan agar berhasil baik,” ujarnya.

Imunisasi ini, menurutnya, melindungi masa depan anak-anak Indonesia, tanpa terkecuali. Semua anak usia 9 hingga15 tahun harus mendapatkan imunisasi ini.

Lantaran itu Jokowi meminta seluruh kementerian untuk turun dan menjelaskan pentingnya imunisasi MR pada masyarakat. Presiden berharap dengan komunikasi yang baik itu bisa diterima dengan baik. “Komunikasikan dengan orang tua, madrasah-madrasah, pesantren bahwa imunisasi itu baik. Gandeng seluruh sekolah madrasah semua ortu,” ajaknya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Nila F Moelok mengatakan, pemerintah berupaya mengendalikan penyakit campak dan rubella serta cacat bawaan akibat rubella hingga 2020. Langkah yang ditempuh dengan memberi imunisasi Measiess Rubella (MR) untuk anak 9 bulan hingga 15 tahun.

Menurutnya, hidup sehat merupakan hak anak-anak sehingga pemerintah berjanji memberi imunisasi itu pada anak. “Imunisasi MR itu diberikan untuk melindungi anak dari penyakit kelainan bawaan, seperti gangguan pendengaran, penglihatan, kelainan jantung, dan retardasi mental yang disebabkan adanya infeksi rubella saat kehamilan,” katanya.

Pemberian imunisasi ini dilakukan dalam dua bulan, yakni bulan Agustus dan September tahun ini di Pulau Jawa. Sementara tahun depan di bulan yang sama dilakukan diseluruh provinsi luar Pulau Jawa. “Kita target 95% anak Indonesia diimunisasi MR agar eliminasi campak dan pengendalian rubella terwujud pada tahun 2020,” tandasnya. (Foto: Setkab.go.id)

Tags: , , , , , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: