Bayi 5 Bulan Positif Narkoba Jenis Sabu

Karena ulah orang tuanya, bayi di Palangka Raya positif narkoba jenis sabu.
, Majalah Kartini | 22/01/2017 - 11:41

Bayi 5 Bulan Positif Narkoba Jenis Sabu

MajalahKartini.co.id – Bayi usia lima bulan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, positif narkoba jenis sabu. Pasalnya narkoba itu masuk ke tubuhnya melalui air susu bu (ASI). Hal itu diketahui setelah BNN dan Kepolisian menangkap orang tua bayi yang berprofesi pengedar sabu, yakni M Denny Hidayat (33) alias Deny bersama temannya Tan Tsi Chuan alias Babeh di kios tempat usaha Deny di Jalan Tjilik Riwut Palangka Raya.

“Pada saat kita lakukan penangkapan terhadap Babe dan Deny, di situ juga ada istri Deny dan anaknya yang masih berusia 5 bulan. Setelah kita lakukan pemeriksaan ternyata istri Deny dan anak perempuannya itu positif,” ujar Kepala BNNP Kalteng Kombes Pol Sumirat Dwiyanto, Jumat (20/1).

Deny yang merupakan ayah sang bayi sengaja memberikan sabu kepada RI (22). Karena ibu balita itu memakai sabu, kata Sumirat, maka zat yang masuk ke dalam tubuhnya juga berdampak pada balita yang masih disusui yang kemudian tertular melalui ASI. “Efeknya berdampak besar bagi si bayi. Sebab bayi akan sering kali rewel dan suhu badannya pun meningkat,” tuturnya.

Deny mengaku menyesal atas perbuatannya. Dia mengatakan perasaannya sudah tidak mementu. “Saya sangat menyesal dengan apa yang telah saya lakukan ini,” tuturnya sambil menangis.

Bayi yang telah tertular itu saat direhabilitasi kondisinya begitu memprihatinkan. Bayi itu rewel terus menerus, gelisah dan panas tubuhnya naik hingga 39 derat celcius. ” “Pas kita rehab, bayinya rewel, gelisah terus. Panas tinggi sampai 39 derajat. Sedangkan, ibunya hanya terus menangis. Karena dia enggak tahu kalau anaknya selama ini ketularan narkoba yang ia pakai. Dia pikir aman-aman saja,” ucap Sumirat.

Kini, kandungan sabu dalam tubuh bayi, dikatakan Sumirat sudah negatif. Bayi itu juga sekarang terpaksa diberi susu formula dan terus dipantau perkembangannya. Sumirat mengatakan juga, RI dan Deni serta Babeh hampir setiap hari pesta sabu di rumahnya. “Jadi ini kan mereka bertiga, Dedy, RI orang tua bayi. Dan Babeh si pengedar, kalau makai sabu di rumahnya Dedy. Itu rumah mereka kecil, di situ ada warung kelontong juga. Jadi warung di situ, makan tidur di situ juga. Nah kalau mereka lagi pakai narkoba, itu paling jarak ke bayi sekitar satu meter. Berarti asapnya juga kena kan,” jelas Sumirat

Barang bukti yang disita oleh BNN dan pihak kepolisian berupa 8 paket sabu dengan berat kotor 5,5 gram serta uang tunah sejumlah Rp 1 juta. Selain itu, menyita juga 1 buah timbangan, 1 bungkus plastik klip, 1 buah sendok yang terbuat dari sedotan, 2 buah handphone, 2 alat bong dan 1 buah mancis. Kemudian, Dedy dan Babeh dijerat pasal 114 ayat 1 junto 112 ayat 1 juno pasal 132 ayat 1 UU Narkotika. Sedangkan, RI di rehabilitasi. Kemudian sang bayi dilakukan obervasi. (Foto: Ilustrasi)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: