Banjir Bandang Garut dan Longsor Sumedang, 10 Tewas dan 3 Hilang

Hujan akan terus meningkat hingga mencapai puncak pada Januari 2017.
, Majalah Kartini | 21/09/2016 - 10:30

MajalahKartini.co.id – Hujan berintensitas tinggi dan berdurasi panjang, ditambah tingginya tingkat kerentanan telah menyebabkan bencana banjir dan longsor di Kabupaten Garut dan Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Banjir bandang kembali menerjang daerah Bayongbong, Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, Banyuresmi, Karangpawitan, Kabupaten Garut pada Rabu (21/9) pukul 01.00 WIB. Meluapnya Sungai Cimanuk dan Sungai Cikamuri secara cepat menyebabkan banjir bandang hingga ketinggian 1,5 – 2 meter.

“Berdasarkan data sementara dari BPBD Kabupaten Garut terdapat delapan orang tewas,  satu orang hilang, empat orang luka berat, 26 orang luka ringan dan ratusan pengungsi,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, melalui siaran pers yang diterima, Selasa (20/9).

Dia mengatakan pencarian dan penyelamatan korban masih terus dilakukan Tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, Tagana, PMI, relawan dan masyarakat. Ratusan pengungsi ditempatkan di kantor Komando Resort Militer. BPBD Provinsi Jawa Barat membantu penanganan darurat. “Posko dan dapur umum telah didirikan. Bupati Garut menunjuk Komandan Distrik Militer (Dandim) sebagai komandan tanggap darurat. Pendataan masih dilakukan,” kata Sutopo.

Hujan deras sejak Selasa (20/9) pukul 19.00 WIB, menyebabkan debit Sungai Cimanuk dan Sungai Cikamuri naik secara cepat. Pukul 20.00 WIB banjir setinggi lutut, kemudian sekitar jam 23.00 WIB banjir setinggi 1,5 – 2 meter. Saat ini sebagian banjir sudah surut. Ini menunjukkan kondisi hulu daerah aliran sungai (DAS) Cimanuk sudah rusak dan kritis.

Sementara itu, dalam waktu yang hampir bersamaan terjadi longsor di Desa Cimareme, Kec. Sumedang Selatan, Kab. Sumedang, Jawa Barat, Selasa (20/9) pukul 22.00 WIB. “Longsor menimbun dua unit rumah tertimbun tanah longsor. Dua orang ditemukan tewas dan diduga dua orang masih tertimbun longsor. Pencarian korban masih dilakukan,” ucap Sutopo.

Tim Reaksi Cepat BNPB dan BPBD Provinsi Jawa Barat memberikan pendampingan penanganan darurat BPBD Garut dan BPBD Sumedang. Kebutuhan mendesak saat ini adalah dana siap pakai untuk operasional penanganan darurat. Beras dan permakanan diperlukan untuk penanganan pengungsi.

Masyarakat diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan dari ancaman banjir dan longsor. Hujan akan terus meningkat hingga mencapai puncak pada Januari 2017 mendatang. La Nina, dipole mode negatif dan hangatnya perairan laut di Indonesia menyebabkan hujan melimpah, lebih besar dari normalnya sehingga dapat memicu banjir dan longsor. (Foto: ANT FOTO/Budiyanto)

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: