Anggota TNI AL Pelaku Penganiayaan Dijatuhi 8 Bulan Penjara

Pada persidangan, terdakwa yaitu Koptu Mar Saheri, mengakui seluruh perbuatannya sesuai cerita korban HA dan SKA, serta para saksi. Tuntutan oditur selama lima bulan, tapi hakim memutuskan pidana selama delapan bulan.
, Majalah Kartini | 24/08/2016 - 12:00

MajalahKartini.co.id – Amar putusan pada persidangan anggota TNI AL yang melakukan tindak pidana kekerasan terhadap anak, dinilai Lembaga Bantuan Hukum belum memberikan keadilan bagi korban.

Kuasa Hukum para Anak Korban dari LBH Jakarta, melihat bahwa di peradilan militer, putusan yang dibuat melebihi tuntutan Oditur seperti ini masih jarang terjadi.

“Putusan seperti ini cukup langka. Kami mencatat setidaknya ¾ dari sekitar 40 putusan pengadilan militer untuk kasus penganiayaan pada dua tahun terakhir memberikan hukuman yang tidak lebih dari empat bulan kepada pelaku. Bahkan pada kondisi yang korbannya mati, hanya dikenakan pidana tujuh bulan,” kata Pengacara Publik LBH Jakarta, Bunga Siagian, di Pengadilan Militer Bandung, Selasa (23/8).

Itu pun, lanjut Bunga, dengan tambahan pernyataan ‘dengan perintah supaya pidana itu tidak usah dijalani’ yang artinya sama saja dengan melepaskannya dari tanggung jawab pidana.

Sekalipun mendukung langkah hakim memutus lebih dari tuntutan, Bunga tetap menyayangkan putusan majelis hakim yang hanya menghukum pelaku dengan delapan bulan penjara dan  tidak merangkul kepentingan korban.

“Pada amar putusan tidak ada perintah untuk memulihkan korban, sedangkan hakim telah berucap dampak trauma mendalam yang terjadi pada korban. Ini juga tidak adil,” ujar Bunga.

Dalam persidangan sebelumnya telah terungkap bahwa HA dan SKA telah mengalami penganiayaan dan pengeroyokan pada Desember 2015. Mereka diteriaki “maling” oleh terdakwa saat sedang melintasi rumahnya di Komplek Graha Kartika Pratama, Cibinong, Jawa Barat.

Saheri dan sejumlah warga memukuli muka dan tubuh korban. Tubuh SKA ditelanjangi juga dicambuk oleh anggota TNI aktif tersebut. Sejumlah warga pun berniat membakar tubuh mereka berdua. Kejadian itu disaksikan oleh banyak warga setempat, juga orang tua SKA yaitu Wintarsih dan Inang. (Foto: Lembaga Bantuan Hukum Jakarta)

Tags: , , , , , , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: