Anak-Anak Pengungsi Mulai Pelajaran di Sekolah Yunani

Sebanyak 1.500 anak pengungsi pertama memulai pelajaran di enam kamp dan 20 sekolah umum di seluruh Yunani.
, Majalah Kartini | 12/10/2016 - 14:00

MajalahKartini.co.id – Dalam kebanyakan kasus, anak-anak tersebut disambut dengan senyum hangat, pelukan dan kue oleh teman sekelas mereka, guru dan perhimpunan orang tua Yunani, demikian isi satu pernyataan pers Kementerian Pendidikan. Namun, ada juga laporan mengenai peristiwa orang tua Yunani yang mengunci pintu gerbang untuk mencegah anak pengungsi masuk dengan alasan kesehatan dan kurangnya keterangan dari pemerintah, kata kantor berita nasional Yunani, AMNA.

Berdasarkan program perintis pendidikan pengungsi yang diluncurkan pada Senin, anak pengungsi akan mulai mengikuti pelajaran pada siang hari dan akan diajar secara terpisah dari murid Yunani dalam bidang Bahasa Yunani, matematike, seni, olahraga dan bahasa asing lain, saat mereka membaur.

Menurut pemerintah, sebanyak 20.000 anak dari lebih 60.000 pengungsi dan migran yang saat ini terdampar di Yunani setelah penutupan perbatasan tahun lalu, memenuhi syarat untuk mengikuti program itu, demikian laporan Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu (12/10).

Sampai akhir Oktober, makin banyak pengungsi dalam usia sekolah diperkirakan akan didaftarkan di dalam sistem pengajaran segera setelah vaksinasi diselesaikan. Dengan dukungan masyarakt dan Pemerintah Yunani, serta organisasi internasional, sebagian besar pengungsi siswa kembali ke sekolah dalam suasan positif.

Di sekolah dasar ke-81 Kato Petralona di Ibu Kota Yunani, Athena, misalnya, 30 anak pengungsi dari kamp Eleonas, mengikuti pelajaran. Mereka dibawa dari pusat penerimaan dengan menggunakan bus yang disediakan oleh Organisasi Internasional buat Migrasi (IOM), cabang Yunani, yang telah menyewa 12 bus di seluruh negeri tersebut dan menyediakan peralatan sekolah buat anak pengungsi.

Anak-anak itu akan diajar oleh guru yang dibayar oleh Negara Yunani, serta relawan, kata pejabat sekolah kepada Xinhua. Menurut pejabat Kementerian Pendidikan, sebagian biaya lagi untuk program tersebut akan ditutup melalaui dana Uni Eropa.

“Kami menyambut baik anak-anak pengungsi di sekolah kami. Kami merangkul mereka. Pendidikan adalah hak mendasar kemanusiaan. Kami tak bisa menerima baik diskriminasi. Masyarakat harus mengucilkan seruan xenophobia dan memperlihatkan solidaritasnya dengan tindakan,” demikian antara lain isi pernyataan yang dikeluarkan oleh Perhimpunan Orang Tua dan Asosiasi Wali Sekolah Kota Praja Athena.

Kementerian Pendidikan Yunani juga memandang sebagai “pengecualian terpisah” peristiwa orang tua yang menentang masuknya pengungsi di sekolah, dan menegaskan semua anak yang mengikuti pelajaran pada Senin telah disuntik dan keprihatinan kesehatan tidak bisa diterima.

Sebanyak 30 orang tua yang mengibarkan bendera Yunani berusaha menghalangi masuknya 41 siswa pengungsi ke satu sekolah dasar di pinggiran Thessaloniki di Yunani Utara. Satu kelompok lagi memprotes di luar satu sekolah menengah di Athena Tengah yang membuka pintunya buat sebanyak 30 anak pengungsi.

Pada Ahad (9/10) satu kelompok orang tua mengunci pintu gerbang satu sekolah dasar di Pulau Lesvos, sementara protes serupa dilaporkan sebelum peluncuran program itu di dua sekolah lain di darata Yunani. (ANT/Foto: ANT FOTO/Reuters/Alkis Konstantindis)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: