Alami Defisit, BPJS Kesehatan Antisipasi dengan Cukai Rokok

BPJS Kesehatan tercatat mengalami defisit sekitar Rp. 9 trilliun.
, Majalah Kartini | 10/11/2017 - 15:02

MajalahKartini.co.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tercatat mengalami defisit anggaran sekitar Rp. 9 trilliun tahun ini. Pemerintah akhirnya membuat sejumlah skema untuk menutupi defisit, salah satunya dengan menggunakan dana cukai rokok. “Cukai rokok yang ada di daerah juga bisa kami lakukan untuk mengantisipasi defisit BPJS Kesehatan ke depan,” kata Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, dilansir dari Media Indonesia.

Dalam rapat koordinasi di kantornya, hadir juga Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro dan Dirut BPJS Kesehatan. Puan mengatakan defisit yang terjadi pada BPJS Kesehatan dari tahun ke tahun tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya, solusi utama yaitu dengan mengatasi defisit BPJS Kesehatan melalui prinsip gotong royong cost sharing dengan pemerintah daerah.

Salah satunya dengan membagi tagihan biaya dengan pemerintah daerah. “Peran pemda juga bisa turut aktif tidak hanya melakukan preventif dan promotif, sehingga uang di pemda bisa dipakai untuk pelayanan kesehatan,” tutur Puan. Walaupun terdapat defisit pada BPJS Kesehatan, namun pelayanan kepada masyarakat jangan dijadikan korban. Ia menambahkan, harus adanya upaya yang maksimal. “Kami pastikan meski ada indikasi defisit, pelayanan tetap dilaksanakan,” ucapnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga menambahkan, dana dari pajak rokok bisa mencapai Rp. 5 triliun. Sehingga ia menegaskan, perlunya komitmen kuat dari para kepala daerah untuk menggunakan dana cukai dan pajak rokok demi keperluan anggaran kesehatan. “BPJS Kesehatan juga perlu mengefisienkan anggaran operasional demi membantu menekan defisit,” katanya. (Cindy/Foto: Antarafoto)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: