Ada Bocah Tenggelam di Banjir Bekasi

Hengki diduga tenggelam dalam galian kolam retensi sedalam 10 meter.
, Majalah Kartini | 21/02/2017 - 11:27

Ada Bocah Tenggelam di Banjir Bekasi

MajalahKartini.co.id – Petugas gabungan mencari seorang bocah laki-laki yang dilaporkan tenggelam saat banjir melanda Kompleks Dosen IKIP Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (20/2). “Korban yang tenggelam atas nama Hengki Permana (16) di lokasi pengerjaan kolam retensi yang ada di bagian belakang Kompleks Dosen IKIP,” kata salah satu petugas evakuasi.

Hengki diduga tenggelam dalam galian kolam retensi sedalam 10 meter yang tengah dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bekasi. Kejadian berawal saat korban bersama rekannya bernama Yoga (16) tengah mencari ikan di lokasi banjir Kompleks Dosen IKIP pada Senin siang.

Sejumlah saksi mata menuturkan, korban lengah hingga kakinya terpeleset di salah satu tanggul yang membatasi proyek kolam retensi itu dan tenggelam. Yoga sempat berupaya melakukan penyelamatan, namun gagal hingga Hengki tenggelam dalam banjir di area proyek kolam retensi.

Peristiwa itu dilaporkan kepada petugas evakuasi sekitar pukul 13.00 WIB saat kondisi ketinggian muka air di perumahan itu mencapai 1,5 meter. Ketua Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Bekasi Dimiyati mengaku telah meminta bantuan perahu mesin untuk mengakses lokasi kejadian. “Harus dengan perahu mesin dan anggota juga kita tambah di pintu masuk Kompleks Dosen IKIP untuk mempertebal pengamanan,” katanya. Upaya evakuasi korban, juga melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan aparat kepolisian setempat dengan dibantu sejumlah organisasi sosial masyarakat.

Sebelumnya, Polres Metro Bekasi, Jawa Barat memberikan bantuan sembako kepada korban banjir yang ada di Kecamatan Cabangbungin, Babelan dan Tarumajaya. “Bantuan itu diantaranya mie instan, kopi, minuman ringan, dan biskuit,” kata Kepala Polres Metro Bekasi Kombes Pol Asep Adi Saputra di Kabupaten Bekasi, Senin (20/2).

Menurutnya, dalam pemberian bantuan ini sudah menjadi kewajiban utama selain melakukan tugas pokoknya. “Seorang polisi tidak hanya melakukan penangkapan, penindakan, tetapi juga harus memiliki nilai sosial masyarakat,” katanya.

Asep juga mengatakan pembagian itu akan dialokasikan melalui kecamatan setempat agar tepat guna. Menurutnya, dalam musim hujan ini di wilayah hukumnya adalah area yang kerap terkena banjir. Selain itu guna melakukan pelayanan kepada masyarakat, Polres Metro Bekasi bersama jajaran setingkat Polsek selalu siaga guna penanggulangan bencana banjir ataupun lainnya.

Guna meningkatkan keamanan dan evakuasi banjir, kepolisian sudah menyiapkan peralatan yang disiagakan pada beberapa tempat yang terindikasi rawan banjir. “Peralatan yang disiagakan itu antara lain perahu, mobil besar bila diperlukan, tenda barak, dapur umum, dan lain sebagainya,” ujarnya. (Foto: ANT FOTO/Yusuf Nugroho)

Tags: ,

BAGIKAN HALAMAN INI: