12 Jenazah Korban Kapal Zahro Masih Diidentifikasi RS Polri

Peristiwa tersebut membuat Kementerian Perhubungan mencopot Syahbandar atau Kepala Pelabuhan Muara Angke.
, Majalah Kartini | 04/01/2017 - 12:00

12-jenazah-korban-kapal-zahro-masih-diidentifikasi-rs-polri

MajalahKartini.co.id – Sebanyak 12 jenazah korban Kapal Zahro Express yang terbakar di Kepuluan Seribu masih belum diidenfikasi Rumah Sakit Polri. Terakhir, hanya 5 jenazah yang berhasil teridentifikasi dan telah dibawah pulang oleh keluarga.

Berdasarkan data dari Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri, Selasa (3/1), 5 jenazah yang berhasil diidentifikasi terdiri dari 3 perempuan dan laki-laki. Mereka yakni, :
Otih Sugiarti (40) asal Bandung
Yeti Herawati (43) asal Bandung
M Nurdin (40) asal Depok
Nazwa Sarla (11) asal Depok
Moh Bunyamin (43) asal Cilandak

Kelimanya berhasil dikenali dengan gabungan data sebelum dan sesudah meninggal. Data sebelum meninggal di antaranya properti yang digunakan hingga foto-foto yang dimiliki pihak keluarga. Hingga kini total jenazah yang masih proses identifikasi ada 12 dari total 22 yang dibawa ke RS Polri. Pihak rumah sakit sendiri meminta keluarga bersabar karena tim forensik cukup mengalami kesulitas dengan luka bakar korban yang mencapai 100 persen.

“Kepada keluarga korban, mohon kesabaran, semata-mata karena memang kita mengalami kesulitan. Sejak awal sudah kita informasikan bahwa jenazah terbakar 100 persen, yang belum teridentifikasi silakan, mungkin informasi rekam giginya, tadi kita banyak dibantu dengan foto rekam gigi, ada yang perawatan gigi, ada juga foto korban dalam keadaan tersenyum, cocok dengan yang kita cocokkan dengan post mortem. Hal ini sangat membantu,” kata Arthur di RS Polri, Selasa (3/1).

KM Zahro terbakar dalam perjalanan dari Teluk Jakarta menuju Pulau Tidung pada Minggu (1/1) pagi. Sebanyak 23 orang dinyatakan tewas dan puluhan lainnya mengalami luka bakar. Akibat peristiwa ini, Kementerian Perhubungan mencopot Syahbandar atau Kepala Pelabuhan Muara Angke, Deddy Junaedi, selaku pemberi izin KM Zahro Express. Deddy dicopot karena dianggap lalai dalam tugasnya. (Foto: Bintang)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: