Kisah Iptu Sulastri, Polwan Korban Rusuh Mako Brimob

Berhasil selamat setelah disandera dan dianiaya puluhan Narapidana Teroris (Napiter) di Rumah Tahanan (Rutan) cabang Salemba Mako Brimob, Iptu Sulastri tetap semangat dan tak mengalami trauma menghadapi teroris.
, Majalah Kartini | 12/05/2018 - 10:00

MajalahKartini.co.id – Kerusuhan Narapidana Teroris (Napiter) di Rumah Tahanan (Rutan) cabang Salemba Mako Brimob pada Selasa malam 8 Mei 2018 hingga Rabu pagi 9 Mei 2018 menjatuhkan beberapa korban, 5 Bhayangkara gugur dan 1 Napiter tewas, serta 4 korban luka-luka dari pihak kepolisian yang langsung mendapat perawatan di RS Bhayangkara, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Salah satu korban luka-luka tersebut adalah Inspektur Satu (Iptu) Sulastri yang saat kejadian sedang bertugas. Beliau adalah sosok polisi wanita (polwan) tangguh yang sempat disandera oleh Napiter dan mengalami penganiayaan berat. Akibat kerusuhan tersebut, wajah Iptu Sulastri penuh lebam akibat pukulan benda tumpul, ia bahkan sempat tak sadarkan diri setelah dihantam menggunakan tabung pemadam api di bagian bibir dan membuat giginya rontok serta luka serius di area bibir. Setelah berhasil keluar dari penyanderaan, Iptu Sulastri langsung dilarikan ke Rumah Sakit guna mendapat pertolongan dan perawatan intensif, kini kondisinya sudah terus berangsur membaik.

Melihat hal tersebut, tentu kita jadi berpikir siapa Iptu Sulastri? Sebagai perempuan, beliau tampak sangat kuat, berani dan tegar sekali. Ya, Iptu Sulastri memang bukanlah polwan biasa, dilansir dari Tribun Pontianak, Iptu Sulastri adalah seorang anggota Densus 88. Hal ini diungkapkan Komandan Satuan Brimob Polda Kalbar Komisaris Besar Polisi, Agus Tri Heriyanto. Beliau menyatakan Iptu Sulastri adalah anggota Densus 88 di bawah naungan Bareskrim Polri. Seperti yang diketahui, Densus 88 Anti Teror merupakan aparat khusus yang bertugas mengatasi kejahatan terorisme. Densus 88 dilatih menangani beragam ancaman dan aksi teror. Tidak sembarangan, demi menyelamatkan banyak nyawa, nyawa mereka pun menjadi taruhannya. Keberanian tinggi yang tentu tidak banyak ditemukan pada mayoritas sosok perempuan.

Densus 88 bukanlah polisi sembarangan, mereka adalah pilihan-pilihan terbaik yang sudah teruji dan terlatih sebagai ahli investigasi, ahli penjinak bom, dan ahli penembak jitu. Menjadi bagian dari polisi khusus yang menangani kasus terorisme, tentu berhasil membentuk pribadi Iptu Sulastri jadi semakin kuat dan berani. Hal tersebut tampak setelah kondisi Iptu Sulastri kian membaik, ia sama sekali tak mengalami trauma atau takut pasca kejadian mengerikan yang pernah menimpanya, bahkan Iptu Sulastri tetap optimis dan tak pantang kembali bekerja jika sudah pulih total nanti.

Kebahagiaan tampak dari raut wajah Iptu Sulastri pada Jumat 11 Mei 2018, di mana Iptu Sulastri berulang tahun merayakan usianya yang genap 39 tahun. Kunjungan dari rekan-rekan polisi serta para ibu Bhayangkari tak berhenti hadir di hari spesialnya tersebut, sang suami juga setia menemani dan selalu memberi dukungan Iptu Sulastri agar tetap semangat dan kuat. Di hari yang sama, Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian turut menjenguk Iptu Sulastri. Di depan Kapolri, Iptu Sulastri menceritakan kembali kronologi peristiwa hingga ia bisa disandera dan dianiaya. “Saya hanya ingat ada pelaku yang membawa kayu dan mengenakan helm,” ujar Sulastri kepada Kapolri. (*)

Tags: , , , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: