Kisah Cinta Nyata Raden Ayu dan Serdadu Belanda

Sang serdadu jatuh cinta dengan putri bupati yang mahir bahasa Belanda dan halus budinya.
, Majalah Kartini | 29/04/2017 - 09:55

Soegija
MajalahKartini.co.id – Almarhum wartawan senior Rosihan Anwar pernah menulis kisah asmara zaman penjajahan Belanda di bukunya yang berjudul Sejarah Kecil Indonesia Jilid I. Ini kisah tentang Raden Ietje Koesoema Soeriadiwidjaja dengan serdadu Belanda bernama Williams van de Onderstueningscompagnie.

Rosihan Anwar mengutip ini dari wartawan Belanda bernama Joop van den Berg yang menulis dengan judul “De raden ajoe en haar soldaat” yang terbit tahun 1992. Artinya, Raden Ayu dan Serdadunya. Tulisan ini muncul setelah Joop mendapatkan sebuah kartu pos dan melacak sejarah yang tersimpan dibaliknya.

Kartu pos itu tergambar seorang penari Jawa hasil lukisan sendiri. Kartu pos dikirim oleh Rd. I.K.K Soeriawidjaya kepada Rinus, nama panggilan De Soldaat Eerste Klas M.J. Williams van de Onderstueningscompagnie. Surat dikirim dari Sumedang tertanggal 5 Desember 1947.

Gadis pengirim yang ternyata anak Bupati Sumedang ini menulis dengan bahasa Belanda. Bila diterjemahkan isinya seperti ini, “Aku telah belajar kenal kau yang sangat menyenangkan hatiku. Aku merasa kau adalah seorang sahabat yang manis,” katanya.

Sayangnya kisah itu tak diketahui akhirnya. Letnan Kolonel Kawilarang, komandan teritorium Bogor, mengeluarkan penguman tanggal 3 Agustus 1947, Di dalamnya, rakyat Indonesia diimbau supaya tidak bekerja sama dengan Belanda. Bagi yang melanggar dianggap pengkhianat.

Raden Itje tentu tahu pengumuman itu. Dalam sebuah penerbitan media massa Oud-Wapenbroeders, sebuah kisah antara anak bupati dan serdadu Belanda pernah ditulis. Serdadu Belanda melakukan rekreasi setelah berperang. Dia akhirnya berpapasan dengan putri Bupati.

Putri Bupati itu pandai berbahasa Belanda dan serdadu itu terpesona dengan kelembutan budinya. Akhirnya mereka suka berjalan-jalan berdua di tepi sungai.

Sang serdadu dipindah tugaskan ke Medan dan tewas dalam pertempuran. Mendengar kekasihnya meninggal, putri Bupati pergi ke sungai Brantas. Dua hari kemudian, mayat si putri ditemukan terapung.

Joop mengatakan kisah itu mungkin terinspirasi dari Itje dan Rinus tetapi akhir cerita cinta mereka tak stragis itu. Rinus terpaksa pulang ke negara asalnya setelah Indonesia semakin berdaulat.

Mungkin saat ini, seorang nenek dari kalangan bangsawan tengah mengenang Rinus dari Tijgerbrigade. Atau kakek veteran Belanda teringat paras cantik Ietje Koesoema Soeriadiwudjaja saat menyaksikan berita tentang Indonesia.

Atau mungkin mereka berdua sudah move on hingga lupa kisah cinta sewaktu muda. Siapa yang tahu?.(Ndari/Foto: Ilustrasi)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: