Keistimewaan Mi Panjang Umur di Perayaan Imlek

Dari sekian banyak hidangan yang disajikan saat perayaan imlek, posisi mi tidak boleh digantikan oleh apapun. Apa makna dibalik keistimewaan makanan berbahan dasar tepung terigu ini?
, Majalah Kartini | 27/01/2017 - 15:11

Chinese Traditional New Year Yee Sang

MajalahKartini.co.id – Tahun baru haruslah dimulai dengan semangat dan harapan baru. Tidak terkecuali dengan budaya Tiongkok yang penuh dengan filosofi di setiap adat dan budayanya. Segala hal yang dihadirkan dalam perayaan Imlek memiliki beragam makna yang tersirat harapan akan segala keberuntungan dan kebaikan di tahun yang baru. Salah satunya melalui makanan yang tidak pernah absen dalam perayaan hari besar etnis Tionghoa yakni mi, makanan yang selalu ada dalam tradisi imlek.

Mi yang Tidak Putus Perlambang Umur yang Panjang

Keistimewaan mi memang tidak tergantikan dalam kepercayaan etnis Tionghoa. Saking istimewanya, olahan mi selalu hadir dalam setiap perayaan hari besar cina. Posisinya bahkan dapat menggantikan posisi kue ulang tahun dalam momen pertambahan usia dan merupakan makanan dengan strata tertinggi dalam jamuan perayaan tahun baru imlek yang tidak boleh sekalipun absen.

Mi merupakan simbol dari kehidupan abadi, panjang umur bahkan rezeki yang tidak putus. Konon kabarnya, semakin panjang mi yang berhasil dimakan maka tak terbatas pula keberuntungan yang akan didapatkan. Karena mi panjang umur tidak boleh disajikan terputus dan hancur, proses pemilihan dan pembuatan mi haruslah dilakukan dengan hati-hati. Pilih mi dengan tekstur agak tebal seperti mi siantar atau mi lidi. Saat proses pembuatan juga tidak perlu terlalu sering diaduk agar mi tidak mudah hancur.

Keistimewaan Mi Panjang Umur di Perayaan Tahun Baru Imlek1

 

Bentuk Bulat yang Berarti Kesempurnaan

Telur puyuh merupakan salah satu bahan yang sering dijumpai sebagai campuran mi panjang umur pada perayaan imlek. Telur yang dicampur bersama beragam sayuran dan lauk ini tidak sembarang dipilih karena ternyata ada filosofis penting dibalik kehadirannya.

Telur puyuh rebus yang berbentuk bulat dan dimasukkan utuh tanpa dipotong ternyata bermakna kesempurnaan dalam kepercayaan etnis tionghoa. Harapan akan umur yang panjang serta rejeki yang tidak putus dalam sajian mi panjang umur disempurnakan oleh kehadiran telur puyuh di dalamnya. Tak jarang telur puyuh rebus juga diberi pewarna merah yang kental akan makna keberuntungan dan kebahagiaan.

Baca Juga:
Kebiasaan Sandra Dewi Merayakan Imlek Bersama Keluarga
5 Perbedaan Tradisi Imlek Tiongkok dan Indonesia
Inilah 2 Hidangan Spesial Rayakan Imlek
Cara yang Tepat Santap ‘Yee Sang’ Kala Imlek
Inilah Tradisi Imlek ala Laura Basuki

Berikut Resep Mi Panjang Umur ala Selera Nusantara yang Dapat disajikan Saat Perayaan Imlek

Keistimewaan Mi Panjang Umur di Perayaan Tahun Baru Imlek2

 

Mi Panjang Umur

Bahan:
500 gram mi basah siantar
150 gram paha ayam fillet, potong-potong
150 gram taoge
100 gram caisim, potong-potong
10 butir telur puyuh, rebus, kupas
8 buah bakso sapi, potong-potong
2 buah cabai merah keriting, iris serong
1 buah wortel, iris memanjang
1 batang daun bawang, iris serong
100 ml kaldu ayam
5 sdm kecap manis
1 sdm kecap asin
Minyak untuk menumis

Bumbu Halus:
3 siung bawang putih goreng
1 sdt garam
¾ sdt lada bubuk

Cara Membuat:
1. Haluskan bumbu hingga halus.
2. Aduk mi dengan kecap manis dan kecap asin hingga rata.
3. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus dan cabai merah keriting hingga harum. Masukkan ayam dan bakso sambil di aduk hingga berubah warna.
4. Tambahkan kaldu, wortel dan caisim. Masak hingga bumbu meresap.
5. Tuang mi ke dalam tumisan. Tambahkan taoge, telur puyuh dan daun bawang sambil di aduk hingga bumbu meresap. Angkat dan sajikan.

Untuk: ± 7 porsi
Waktu: ± 25 menit

(Teks oleh: Myra Ikramina/Foto: Huffingthon Post & Selera Nusantara/Audi Santoso/Food stylist: Myra Ikramina & Nyoman Yunny Adnyani)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: