Kakak Beradik Ini Rintis Usaha Pastry dan Kue Tart

Awalnya dipasarkan ke beberapa teman dan kerabat dekat hingga akhirnya memperluas pemasarannya melalui dunia maya.
, Majalah Kartini | 23/04/2017 - 11:00

Processed with VSCOcam with hb2 preset

MajalahKartini.co.id – Berawal dari kesulitan mereka dalam menemukan cake/dessert yang tidak terlalu manis dan sesuai dengan selera, kakak beradik Karina Mecca dan Keshia Deisra malah berhasil mendirikan usaha pembuatan pastry dan kue tart di usia mereka yang masih terbilang muda.

“Keshia dengan hobinya dalam mengolah dan memodifikasi resep-resep kue yang dipelajari secara otodidak, kami dulu sering memberi hadiah makanan ke teman dekat dan kerabat. Respon yang positif dari orang-orang yang sudah mencicipi kue buatan kami mendorong kami berdua untuk menjual kue secara online.” ungkap Karina.

Karina baru saja menjadi mahasiswi jurusan arsitektur dan Keshia yang juga seorang penulis saat itu baru lulus SMA berusia 17 tahun saat mereka pertama kali mendirikan bisnis ini pada tahun 2011 silam.

Awalnya, kakak beradik ini hanya membuat Cupcake dan beberapa jenis kue lainnya dan memasarkannya ke beberapa teman dan kerabat dekat. Namun seiring dengan meningkatnya permintaan, kakak beradik ini memperluas pemasarannya melalui dunia maya.

Perkembangan teknologi diakui mereka sangat membantu terutama pada masa awal mereka berbisnis. Dengan perkembangan teknologi, mereka dapat mempromosikan produk dengan biaya yang minim tetapi dapat menjangkau pelanggan secara luas. Hal tersebut sangat membantu pemasaran Dulcet Patisserie dari awal hingga sekarang.

Salah satu platform pemasaran online yang digunakan oleh Dulcet Patisserie ialah Google Bisnisku (GMB) yang sudah mereka gunakan sejak September 2015. Setelah menggunakan GMB, penjualan serta informasi mengenai Dulcet Patisserie dirasakan semakin meningkat.

“Karena sebagian besar kegiatan pembelian melalui website dan 70% pemesanan yang masuk ke Dulcet Patisserie adalah melalui website, GMB kami rasa sangat membantu dalam menaikkan visitor website dan juga potential customers kami,” tambah Karina.

Jika ditanya mengenai tantangan serta hambatan dalam berbisnis, Karina mengunggkapkan bahwa pada masa awal berbisnis mereka menghadapi hambatan dari mulai tantangan dalam proses produksi hingga tantangan dalam menemukan cara pemasaran yang tepat ke publik. Namun, karena bisnis ini dengan didasari hobi, masalah-masalah yang dihadapi saat awal berbisnis tidak mereka jadikan beban tetapi mereka nikmati serta mereka jadikan pengalaman untuk mengembangkan bisnis menjadi lebih baik lagi.

Dalam prosesnya, mereka mengaku banyak belajar dan berdiskusi bersama ayah mereka yang menjadi konsultan bisnis pribadi. “Jadi, dalam membangun bisnis ini kami nikmati semua prosesnya. Semuanya learning by doing hingga dapat menjadi Dulcet Patisserie yang seperti sekarang ini,” ujar Karina.

Perubahan yang dilakukan dalam berbisnis diterapkan seiring bertambahnya ilmu mereka berdua dalam berbisnis. Karena fokus berbisnis secara online, mereka terus memanfaatkan sistem e-commerce untuk memberikan kemudahan bagi para pelanggan untuk membeli produk Dulcet Patisserie.

Selain itu dalam sistem pengiriman produk, Dulcet Patisserie menggunakan kurir pribadi. Karena banyak dari pelanggan Dulcet Patisserie yang melakukan pemesanan untuk dikirimkan ke kerabatnya sebagai hadiah, maka mereka selalu memastikan bahwa produk harus sampai ke tangan penerima dalam keadaan yang “cantik” dengan menggunakan kurir pribadi yang sudah terlatih.

“Kami ingin produk Dulcet Patisserie dapat hadir di dalam momen-momen berharga customer kami, misalnya saat ulang tahun, berkumpul bersama teman/keluarga, maupun sebagai hadiah. Tidak hanya hadir, namun kami ingin para customer dapat benar-benar menikmati produk yang kami buat dengan penuh cinta dan dedikasi,” tutup Karina.(Foto : Istimewa)

Tags: , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: