Gambaran Bahaya Rokok Dapat Mencegah Perokok Remaja

Sejumlah bukti ilmiah menunjukkan bahwa tidak ada tingkat konsumsi tembakau yang aman, namun perokok sering kali tidak menyadari.
, Majalah Kartini | 27/01/2017 - 16:21

Gambaran Bahaya Rokok Dapat Mencegah Perokok Remaja

MajalahKartini.co.id – Memperlihatkan gambaran sesungguhnya dari bahaya rokok dapat membantu mencegah kaum remaja untuk mulai merokok dan mengajak para perokok untuk berhenti merokok. Iklan Iayanan masyarakat “Penyakit yang Diakibatkan Rokok” yang diluncurkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI di Jakarta, Jumat (27/1), menampiIkan korban nyata akibat rokok yang menderita stroke, kanker tenggorokan, kanker paru dan penyakit Buerger.

Iklan Layanan Masyarakat (ILM) berdurasi 30 detik ini dirancang untuk mengubah pikiran perokok yang ingin berhenti sehingga benar-benar berhenti. Kampanye ini meneruskan kampanye pengendalian tembakau nasional sebelumnya yang diluncurkan tahun 2015 dan 2016, yang berfokus pada dampak rokok terhadap kesehatan dan ekonomi.

“Dengan menampilkan korban rokok seperti Cecep, kampanye ini dapat memberikan pengetahuan baru seperti penyakit Buerger yang juga diakibatkan oleh kebiasaan merokok,” kata Enrico Aditjondro, Associate Director, Asia Tenggara, Vital Strategies, yang berbasis di Jakarta, Jumat (27/1).

Sejumlah bukti ilmiah menunjukkan bahwa tidak ada tingkat konsumsi tembakau yang aman, namun perokok sering kali tidak menyadari atau meremehkan bahaya kebiasaan tersebut. Hal itu sangat disayangkan karena penyakit akibat merokok yang menyebabkan kematian sebenarnya dapat dicegah.

Namun tentu, kata dia, informasi yang sudah sering didengar, seperti mengenai kanker paru, kanker tenggorokan, atau pun stroke, tetap perlu terus diingatkan kepada publik. “Kami mengajak para perokok untuk menyaksikan iklan ini sehingga mereka akan berpikir dua kali sebelum mereka mengambil sebatang rokok berikutnya, dan sadar tentang kerusakan yang akan terjadi pada diri mereka dan orang-orang di sekitar mereka. Harapannya tentu Ialu berhenti merokok,” tambahnya.

World Economic Forum memperkirakan bahwa perekonomian Indonesia di tahun 2030 akan mengaIami kerugian sebesar US$ 4,5 triliun jika beban penyakit tidak menular (PTM) seperti penyakit jantung dan kanker tidak dikurangi. Seperti yang ditunjukkan oleh kampanye ini, konsumsi tembakau merupakan faktor risiko utama penyakit-penyakit tersebut.

Selain komunikasi kampanye kesehatan yang akan membantu orang melakukan perubahan sikap, perundang-undangan yang komprehensif mengenai pelarangan rokok dan pajak rokok yang Iebih tinggi akan Iebih lagi memudahkan mendorong para perokok agar berhenti serta mencegah perokok usia dini.

Ada kemungkinan yang cukup besar bagi Indonesia untuk meningkatkan pajak rokok hingga 75% dari harga eceran, seperti yang direkomendasikan WHO. Lebih lanjut Iagi tersedia juga kesempatan untuk mengalokasikan dana bagi program-program kesehatan dan sosial. Vital Strategies menghargai Pemerintah Indonesia atas kebijakan-kebijakan yang telah dicanangkan demi memfasilitasi kemajuan Indonesia mencapai agenda Tujuan Pembangunan Keberlanjutan 2030. (Foto: Andim)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: